Pages

Ads 468x60px

Showing posts with label Shalawat. Show all posts
Showing posts with label Shalawat. Show all posts

Thursday, July 5, 2012

TAUBATNYA PENJAHAT Berkah Bacaan Shalawat

Seorang yang sangat zuhud bernama Syeikh Abdul Wahid bin Zaid berkisah sebagai berikut :

Seorang tetangga kami, bekerja sebagai pegawai negeri dan sangat jahat ketika hidupnya di dunia, dan melakukan maksiat dan suka menakut-nakuti orang.

Pada suatu malam, saya melihat di dalam tidur bahwa tangan tetangga saya tersebut memegang tangan Rosululloh SAW. Saya bertanya kpd Rosululloh SAW :

“Wahai Rosululloh, seseungguhnya org ini sangat terkenal sebagai penjahat di muka Bumi, bagaimana ceritanya engkau sangat menaruh tanganmu memegang tangannya ? “ Rosululloh SAW bersabda :

“ Saya mengetahui apa yang engkau katakan tersebut. Oleh karena itu, saya datang untuk memberikan SYAFAATku kepadanya. ”

Kemudian saya bertanya kepada Rosululloh SAW :
“ Wahai Rosul, apakah kelebihan tetangga kami itu, sehingga engkau memberikan syafaatnya ? ”
Rosululloh SAW menjawab :

Monday, July 2, 2012

Anak perempuan yang telah meninggal

Diriwayatkan dalam Kitab Zaubdah Al-Wa’idzin, bahwa ada seorang wanita datang mengadu kepada Hasan Al-Bashri. Wanita tersebut mengadu tentang keadaan anak perempuannya yang telah meninggal.

"Wahai Syaikh, aku ingin menjumpai anak perempuan ku yang telah meninggal. Untuk itu sudilah kiranya tuan Syaikh memberti tahu secara khusus, sehingga aku bisa bertemu dengan anak perempuanku melalui mimpi."

Hasan Al-Bashri lalu memberitahu agar wanita itu membaca shalawat atas Nabi SAW dengan bilangan tertentu.
Dan dalam tidurnya wanita itu bermimpi, bertemu dengan anak perempuannya yang telah meninggal. Betapa terkejutnya wanita itu karena anak perempuannya mengenakan pakaian dari api, lehernya mengenakan kalung api, tangannya diikat dengan tali api, demikian pula kedua kakinya diikat dengan tali dari api.

Begitu terjaga, wanita itu menangis tersedu-sedu, meratapi anak perempuannya yang ebrnasib malang. Wanita itu segera berangkat menuju rumah Hasan Al-Bashri. Sambil menangis dia menceritakan perihal anak perempuannya kepada Hasan Al-Bashri.

Dibalik Daun-daun yang Berserakan

Dahulu, di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai berjualan, Ia pergi ke Masjid Agung di kota itu. Ia berwudu, masuk masjid, dan shalat Dhuhur.

Setelah membaca wirid dan doa sekadarnya, nenek tersebut keluar masjid, lalu membungkuk-bungkuk di halaman. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceraan. Selembar demi selembar dikaisnya, tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Tentu saja perlu waktu lama untuk membersihkan halaman masjid dari dedaunan yang jatuh dari pohon dengan cara seperti itu. Padahal, jika tengah hari, sengatan matahari di Madura sungguh menyengat. Keringat pun mengucur dari tubuh yang kurus dan mulai rapuh itu.

Banyak pengunjung masjid yang merasa iba kepadanya. Hingga suatu hari, takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum si nenek datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai menunaikan shalat, ketika hendak melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut.